Tentang Kami

HomeSejarah

Sejarah

DEWAN PIMPINAN NASIONAL GABUNGAN PERUSAHAAN KONTRAKTOR AIR INDONESIA
(DPN GAPKAINDO)

 

KEBIJAKAN DAN LANGKAH STRATEGIS GAPKAINDO

Gapkaindo merupakan Asosiasi Jasa Konstruksi Khusus di bidang Perpipaan Nasional, pada Hari Kamis Tanggal 27 Desember 2001, dengan semangat kebersamaan berkumpul pengusaha-pengusaha perpipaan dari 5 (lima) provinsi di Makassar Sulawesi Selatan.
Pada hari yang sama para pengusaha bersepakat untuk mendeklarasikan Asosiasi yang diberi nama Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia atau yang disingkat GAPKAINDO, berazaskan Pancasila sebagai satu satunya Azas dan berlandaskan UUD RI; Undang-undang yang mengatur tentang Jasa Konstruksi dan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga.

Gapkaindo di Aktakan oleh Notaris Hasanal Yani AA,SH dengan Akta Nomor : 40 pada Hari Kamis Tanggal 8 Agustus Tahun 2003, dan Tambahan Berita Negara RI tanggal 27 Juli 2004 berhasil menyusun komposisi pengurus melalui Musyawarah Nasional Pertama pada Tahun 2003, dengan agenda utama untuk mendedikasikan diri bagi dunia usaha Jasa Konstruksi khusus dibidang perpipaan di Indonesia.

Gapkaindo diharapkan memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah Organisasi untuk membentuk dan melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi, profesionalitas dan mengembangkan aspirasi penyedia jasa Konstruksi khusus di bidang perpipaan.

Gapkaindo juga merupakan Asosiasi Kelompok Unsur Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 154/KPTS/M/2011 Tentang Penetapan Asosiasi Perusahaan Dan Profesi Yang Memenuhi Persyaratan serta Perguruan Tinggi/ Pakar Dan Pemerintah Yang Memenuhi Kriteria Untuk Menjadi Kelompok Unsur Lembaga Tingkat Nasional.

Gapkaindo secara Nasional memiliki pengurus dan keanggotaan tersebar  di 25 Provensi di Indonesi dengan sebaran anggota 1200 Badan Usaha. Bermitra dengan pengguna jasa baik Pemerintah maupun Swasta, ditingkat pusat, maupun di tingkat Provinsi dan  Kabupaten  / Kota.  Serta mendorong terciptanya hubungan kemitraan yang sinergi antar anggota golongan ekonomi kuat, anggota golongan ekonomi menengah dan anggota golongan ekonomi lemah.

Dengan terbitnya Peraturan Pekerjaan Umum RI Nomor : 08/PRT/M/2011, tentang Pembagian Subklasifikasi dan Subkualifikasi Usaha Jasa Konstruksi, dengan diberlakukannya Central Product Classification (CPC), Gapkaindo dipaksa untuk tidak diberikan pilihan untuk mengambil pekerjaan Bidang Sipil (Subbidang Umum)

Gapkaindo mengalami krisis keanggotaan, dengan adanya perubahan tersebut,  mengakibatkan banyaknya anggota  berpindah ke Asosiasi Umum.  Tuntutan anggota diseluruh tanah air ketika itu agar DPN Gapkaindo segera mengambil langkah-langkah penyelamatan Organisasi, dengan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) pada tahun 2013 di Surabaya. Dengan Agenda Utama Perubahan Subklasifikasi yang digeluti Gapkaindo selama ini.

Tanggal 25 November 2015 Gapkaindo menggelar Musyawarah Nasional Ke III (MUNAS III) di Hotel Mercure Ancol, agenda utama MUNAS Ke III menyusun dan menata ulang personil pengurus dan Ketua Umum DPN Gapkaindo, serta menentukan arah kebijakan Umum

Gapkaindo membentuk Asosiasi Profesi ATKINDO pada tanggal 18 Desember 2013 untuk menunjang kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil spesialis perpipaan, bertepatan dengan diberlakukannya AEC ASEAN ECONOMICS COMMUNITY.

Pada tahun 2016 AEC (ASEAN ECONOMICS COMMUNITY)  diterapkan di setiap negara dalam kawasan ASEAN yang artinya bebas bekerja diantara kawasan ASEAN. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja khusus perpipaan tersebut diperlukan tenaga kerja kompeten yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai jabatan kerjanya. Kesempatan besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk meraih peluang sekaligus meningkatkan daya saing bangsa dalam pembangunan industri jasa Konstruksi di tingkat Nasional maupun Internasional.

DENGAN DIBERLAKUKANNYA UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI, MAKA TERJADI PERUBAHAN PARADIGMA USAHA KONTRAKTOR DI INDONESIA, GAPKAINDOBERUSAHA BANGKIT DENGAN PERUBAHAN ZAMAN YANG BEGITU CEPAT, KONTRAKTOR MILENIAL DITUNTUT UNTUK MERUBAH CARA BERUSAHA, YANG TADINYA BERUSAHA DI BIDANG JASA KONSTRUKSI UMUM MENJADI  SPESIALIS YANG MEMILIKI KOMPETENSI KEKHUSUSAN.

KEBIJAKAN DAN LANGKAH STRATEGIS GAPKAINDO

Menangkap peluang dalam mengimplementasikan Undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dengan membangun LSP BINA MULTI PIPA INDONESIA sebagai salah satu Lembaga Sertifikasi yang didirikan oleh Asosiasi GAPKAINDO (Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia) pada tahun 2017 memiliki tanggung jawab dalam penyediaan tenaga kerja dan menjamin mutu tenaga kerja di bidang perpipaaan yang memiliki kompetensi serta memiliki setifikat yang diakui oleh Nasional maupun  Internasional sesuai kebutuhan industri dibidang perpipaan antara lain :

  1. Melakukan pekerjaan penyambungan pipa HDPE sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) menggunakan Butt fusion dan Electro fusion.

  2. Melakukan pekerjaan pengeboran Horizontal dengan benar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) menggunakan mesin Horizontal Directional Drilling (HDD).